Sistem Ekskresi Pada Tubuh Manusia
Haii semuanya 🤗 kali ini kita akan mempelajari sistem ekskresi pada tubuh manusia. Pernah nggak waktu kamu keluar rumah pakai kacamata sama masker, kacamata kamu berembun gara-gara hembusan nafas kamu? Kenapa bisa gitu ya?
jadi sebenarnya embun yang keluar itu adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Proses ini menandakan fungsi sistem ekskresi pada tubuh kamu sedang bekerja. mau tau penjelasan lengkapnya? yuk disimak!...
✿✿✿
Saat bernafas, sistem ekskresi mengeluarkan zat-zat berupa CO2 dan H2O. Nah zat yang keluar tersebut sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh, alias hanya berisi sampah dan racun dari hasil metabolisme tubuh.
Mengenal Sistem Ekskresi Pada Manusia
Jadi, tubuh kita memiliki organ-organ penting seperti paru-paru, hati, ginjal, dan kulit yang disebut sistem ekskresi. Fungsi sistem ekskresi pada manusia adalah melakukan proses pembuangan zat-zat beracun sisa metabolisme tubuh dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Misalnya, karbon dioksida. Tubuh kamu memproduksi CO2 karena metabolisme respirasi sel dan nitrogen yang berasal dari hasil metabolisme protein. Kedua zat ini sudah tidak dibutuhkan lagi sama tubuh, sehingga jika tidak dikeluarkan maka zat tersebut akan jadi racun di dalam tubuh.
Kalau tubuh kita kebanyakan karbon dioksida, zat tersebut bisa menurunkan PH darah dan akhirnya darah kita akan jadi lebih asam. Jika sudah begini, tubuh akan mengalami asidosis yang ditandai dengan rasa mual, pusing, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman lainnya.
Makanya, sebelum zat-zat semacam karbon dioksida ini numpuk dan jadi racun dalam tubuh, paru-paru sebagai organ ekskresi mengeluarkan zat beracun tersebut. Bentuknya bisa berupa gas atau cairan hasil sampah metabolisme tubuh.
Sistem Ekskresi Paru-Paru
Seperti yang sudah dibahas di atas, paru-paru merupakan bagian dari sistem ekskresi manusia. Paru-paru sebagai organ ekskresi mengeluarkan karbon dioksida dan uap air saat bernapas melalui hidung atau mulut.
Ketika menghirup udara, paru-paru akan memasukkan oksigen, kemudian mengeluarkan karbondioksida beserta uap air. Udara yang masuk melalui hidung akan masuk menuju trakea melalui tenggorokan dan dari sana udara akan dipilah ke saluran-saluran udara (bronkus) dan memasuki paru-paru.
Udara yang di hirup akan dipilah lagi ke dalam bronkiolus menuju kantung udara (alveolus). Di sini terjadi pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida. Oksigen dalam alveolus kemudian akan diserap oleh pembuluh darah disalurkan ke jantung. Oksigen kemudian dipompa oleh jantung menuju sel-sel tubuh.
Proses metabolisme ini menghasilkan karbon dioksida yang akan diserap oleh darah dan dibawa kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan dalam bentuk gas dan cairan. Gas dan cairan itulah yang disebut CO2 dan H2O.
Sistem Ekskresi Hati
Hati merupakan sistem ekskresi yang menjadi pusat sortasi zat-zat yang ada di dalam tubuh. Zat yang akan disaring berasal dari sistem pencernaan. Sistem ekskresi hati berfungsi memilah zat-zat mana saja yang masih berguna bagi tubuh, yang harus dibuang, dan harus diolah lagi.
Saat menemukan zat beracun, hati akan mengubahnya menjadi zat yang lebih aman. Contohnya, saat mengkonsumsi makanan berprotein, zat protein bakal dicerna menjadi asam amino. Asam amino dibutuhkan untuk memperbaiki sel pada tubuh.
Nah, asam amino ini mengandung nitrogen, jadi ketika asam amino sudah terserap tubuh, nitrogen yang terkandung akan terlepas. Sistem ekskresi hati memisahkan nitrogen dari asam amino yang kemudian bergabung dengan zat lain. Nitrogen kemudian diubah menjadi NH3 bersama amonia yang diubah lagi menjadi urea. Zat urea ini kemudian masuk ke ginjal untuk kemudian dibuang bersama urin.
Sistem Ekskresi Ginjal
Dalam sistem ekskresi tubuh, ginjal berfungsi menyaring zat-zat sisa metabolisme dalam darah, terutama dari hati. Ginjal juga berfungsi mengolah zat-zat beracun tersebut menjadi cairan bernama urin. Urin ini kemudian akan disalurkan melalui ureter ke kandung kemih dan akan dikeluarkan melalui uretra.
Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk membuang gula darah yang melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar garam, asam, dan basa dalam tubuh.
Sistem Ekskresi Kulit
Kelenjar keringat akan mengeluarkan 5–10% cairan dari seluruh sisa metabolisme tubuh. Serabut saraf yang ada di pangkal kelenjar keringat berfungsi merangsang kelenjar keringat menyerap air (H20), mineral (Na+, Cl-), dan produk buangan metabolisme seperti asam amino, urea, dan asam laktat dari kapiler darah. Semua zat tersebut akan bercampur dan menjadi keringat yang akan dikeluarkan ke permukaan kulit.
Nah, sekarang sudah paham mengenai apa itu sistem ekskresi, apa saja fungsinya, dan organ apa saja yang termasuk sistem ekskresi dalam tubuh, kan? Mungkin ada yang bertanya, kenapa feses tidak termasuk bagian dari ekskresi?
Feses merupakan bagian dari defekasi atau proses pengeluaran sisa pencernaan. Jadi, feses bukan berasal dari metabolisme tubuh karena dihasilkan dari sistem pencernaan.
✿✿✿
Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan, terimakasih dan sampai jumpa di materi selanjutnya 😊

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar